SEJARAH

Profil IAC

Latar Belakang

Indonesian Al-Qur’an Community (IAC) merupakan sebuah Organisasi yang bergerak dalam bidang ilmu Al-Qur’an yang mencetak kader-kader hafidz yang mutqin (kuat) hafalannya dan mampu membaca dalam bentuk bacaan yang paling sempurna sebagaimana Al-Qur’an diturunkan. IAC pertama kali didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. IAC merupakan bentuk metamorfosa dari AC (Al-Qur’an Community) yang lahir dan diresmikan pada tahun 2008 oleh Duta Besar RI untuk Cairo, Bapak Abdurrahman Muhammad Fachir di kota Zagazig provinsi Syarqiyah, Mesir.

Di Mesir sendiri IAC mulai aktif mengadakan Dauman (Daurah Al Mahir bil Quran) setiap setahun sekali, sampai saat ini IAC telah mewisuda Tujuh Angkatan yang berjumlah sekitar 400-an orang. Dan IAC di Mesir juga membuka kelas privat belajar Matan Aljazary dan Matan Tuhfatul Athfal dan juga mengadakan Takhosus (Karantina) Tahfidz.

Pada tahun 2014 IAC (Indonesian Al Qur’an Community) mulai diperkenalkan di Indonesia melalui kegiatan mengadakan workshop Al Mahir bil Qur’an di Bandung dan  pada tahun 2015 kegiatan IAC (Indonesian Al Qur’an Community) sudah semakin lebih intensif lagi yaitu dengan mengadakan Daurah Al Mahir bil Qur’an jilid 1 dan jilid 2 dan Bengkel Tahsin.

Bertepatan dengan hari Ahad, 13 Desember 2015, bertempat di Masjid Al Muttaqin Provinsi Jawa Barat IAC (Indonesian Al Qur’an Community) menyelenggarakan Acara Wisuda Akbar Pertama untuk semua peserta Dauman dan semua anggota yang mengikuti kegiatan dan kajian yang diselenggarakan oleh IAC (Indonesian Al Qur’an Community). Sebanyak 109 orang Wisudawan/Wisudawati ikut dalam acara Wisuda ini.  Pada saat yang sama diresmikan pula IAC (Indonesian Al Qur’an Community) sebagai sebuah Organisasi Al Qur’an oleh Perwakilan Pemprov Jawa  Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Pemerintah Propinsi Jawa Barat, Bapak Drs.H. Dady Iskandar MBA dengan mengusung tema ”Berawal dari  Jawa Barat, IAC (Indonesian Al Qur’an Community)  Membentuk Generasi Qur’ani yang Bersanad”

IAC memiliki potensi besar untuk berkembang memberikan kontribusi kepada kebersatuan umat dalam memahami A-Quran lebih dalam dan menyebarkannya melalui Daurah Al Qur’an Bersanad. IAC juga akan berupaya memberikan pemahaman tentang sejarah Al Qur’an dan Qiroat untuk lebih memberikan sentuhan kecintaan kepada Al Qur’an. Harap jauh ke depan IAC akan menjadi Organisasi dengan anggota  terbesar menjangkau sampai ke Mushola di Kampung-kampung, memberantas buta huruf Al Qur’an ke semua lapisan masyarakat.